Gratis. Tanpa kartu, tanpa paket.
Kitchen display system di tablet yang sudah Anda punya
Platevio menaruh tiap bon terbuka di satu papan — hidangannya, tambahannya, catatannya, berapa lama lalu ia dipesan, dan sudah sampai tahap mana. Buka di tablet dekat tempat penyajian dan tiap bon baru mendarat di sana tanpa ada yang menyentuh layarnya — tanpa printer tiket, tanpa aplikasi kedua, dan tanpa biaya bulanan per layar.
Tanpa kartu. Tanpa instalasi.
Apa itu kitchen display system
Kitchen display system — KDS, dan yang di Indonesia sering disebut layar dapur waktu ditulis dalam kalimat — adalah layar di dapur yang membawa pesanan yang sudah dicatat lantainya, menggantikan rak tiket cetak. Di lapangan orang menyebut layarnya monitor dapur dan keseluruhannya sistem tampilan pesanan; itu gagasan yang sama dengan beberapa nama. Pesanannya dimasukkan sekali, di lantai, dan dapur membacanya dari sebuah layar, bukan dari secarik kertas. Tidak ada lagi yang aneh soal itu: layar dapur sekarang perlengkapan standar di usaha cepat saji dan biasa di mana-mana. Yang masih sangat berbeda-beda adalah biayanya, berapa banyak layar yang diasumsikannya Anda mau, dan berapa banyak bagiannya yang sebenarnya produk terpisah yang dijual di atas kasirnya.
-
Papannya
Satu layar yang memegang tiap bon yang masih terbuka. Juru masak membacanya dari atas ke bawah seperti dulu membaca satu rak — apa yang sedang dimasak, apa yang menunggu, dan sudah berapa lama menunggu.
-
Tiketnya
Satu bon, dengan hidangannya, perubahan yang diminta tamunya, catatan apa pun yang menempel di sebuah hidangan, dan ia duduk di mana. Yang dimasukkan lantainya itulah yang dibaca dapur; tidak ada yang mengetik ulang dan tidak ada yang menebak tulisan.
-
Tahapannya
Sebuah hidangan dipesan, lalu sedang dibuat, lalu siap, lalu keluar. KDS sebagian besar adalah cara menandai perpindahan itu supaya dua sisi pintu dapur sepakat soal hidangan mana yang masih akan datang.
-
Kasir di belakangnya
KDS menampilkan apa yang ditangkap sesuatu yang lain. Berdiri sendiri ia layar kosong — dan justru karena itu ia hampir selalu dijual sebagai tambahan pada sebuah kasir, ditagih per layar, per bulan.
Layar sebagai ganti tiket cetak
Alasan memakai layar dapur sudah lama ada dan sebagian besar benar. Tiket cetak adalah satu benda fisik, dan tiap kegagalannya adalah kegagalan benda fisik: macet, menggulung, terselip di bawah talenan, keluar dengan perubahannya di baris yang salah, dan tidak bisa dibetulkan setelah keluar. Layar tidak punya satu pun kegagalan itu dan menambah satu kegagalannya sendiri — ia butuh listrik dan jaringan sepanjang layanan, dan dapur yang tidak punya keduanya lebih baik memakai kertas. Ini versi jujur dari pertukaran itu untuk Platevio secara khusus.
-
Tidak ada yang macet, menggulung, atau habis
Tidak ada gulungan yang harus diganti di tengah layanan, tidak ada printer yang harus dijangkau dari belakang, dan tidak ada tiket yang tidak pernah keluar karena kabelnya kendur waktu jam sibuk.
-
Perubahannya tetap menempel di hidangannya
Tanpa susu, tanpa bawang, alergi, sambal dipisah — masing-masing jadi data di satu hidangan itu, bukan baris yang diselipkan di bawahnya dengan huruf kecil. Ia sampai ke penyajian dalam keadaan menempel pada barang yang dimaksud.
-
Kesalahan bisa ditarik lagi
Hidangan yang ditandai siap terlalu cepat turun satu anak tangga, dan hidangan yang tercoret karena salah ketuk bisa dinaikkan lagi. Kertas tidak punya cara membatalkan apa pun: begitu disobek, pembetulannya berupa teriakan.
-
Yang tidak digantikan layar ini
Platevio sama sekali tidak mencetak apa pun — tidak ada tiket dapur, tidak ada struk tamu. Cetak termal masih dibangun dan belum bisa dipakai, jadi ini bukan layar yang duduk di samping printer sebagai cadangan. Kalau dapur Anda memang butuh kertas hari ini, ini perangkat lunak yang salah dan hal yang jujur adalah mengatakannya.
Satu pesanan menyeberangi penyajian
Jumat jam tujuh lewat empat menit, satu meja berisi tiga orang, dari saat pesanannya dicatat sampai saat bonnya turun dari papan.
-
19:04
Lantainya mencatatnya
Tiga hidangan di meja 6, satu di antaranya tanpa bawang dan dengan catatan soal alergi, semuanya dimasukkan dari HP di meja lalu dikirim sekaligus.
-
19:05
Penyajian membaca papannya
Bonnya mendarat di papan tanpa ada orang di dapur yang menyentuh apa pun: satu kartu tiket yang membawa mejanya, nomor pendeknya, berapa lama lalu ia dibuka, dan tiap hidangan duduk di dipesan — dengan perubahan dan catatannya di hidangan yang memang memilikinya.
-
19:12
Penyajian menggerakkannya, hidangan demi hidangan
Pembukanya naik ke siap sendirian sementara dua hidangan utamanya masih dibuat, jadi pengantarnya bisa melihat apa yang harus dibawa keluar tanpa bertanya melintasi meja penyajian.
-
19:21
Tiketnya turun dari papan
Hidangan terakhir keluar, bonnya lunas, dan satu ketukan lagi menyembunyikannya. Papannya hanya memegang bon yang terbuka, jadi yang tersisa di layar adalah yang masih terutang ke seseorang.
Yang dilakukan papan Platevio
Enam hal, dan semuanya sudah ada di layar hari ini, bukan di peta jalan.
-
Tiap bon terbuka di satu papan, begitu lantainya mengirim
Tiket memenuhi layar sebagai kartu — jenis pesanan, mejanya, nomor pendeknya, berapa lama lalu bonnya dibuka, totalnya, dan tiap baris di dalamnya. Bon baru mendarat tanpa ada yang menyentuh layarnya, begitu juga hidangan yang baru ditandai perangkat lain. Bon yang lunas lalu disembunyikan pergi; papannya memegang yang masih terbuka dan tidak lebih.
-
Tambahan dan catatan sampai ke penyajian
Yang diminta tamunya ditangkap di hidangannya masing-masing — tambahan yang dipilih di atasnya, dan catatan bebas untuk apa pun yang terlalu jarang untuk jadi pilihan. Keduanya masih menempel di hidangan itu waktu dapur membacanya.
-
Tiap hidangan punya statusnya sendiri
Dipesan, sedang dibuat, siap, tersaji — per hidangan, bukan per tiket. Tiga dari empat hidangan di satu meja bisa sudah keluar sementara yang keempat masih di wajan, dan papannya menyebutkannya sekilas, bukan lewat hitungan.
-
Tangganya bisa dua arah
Hidangan yang ditandai siap padahal belum siap bisa turun lagi. Hidangan yang tercoret karena keliru bisa dinaikkan lagi ke tangganya. Dapur membetulkan dirinya terus-menerus, dan perangkat lunak yang cuma bisa maju membuat tiap pembetulan jadi percakapan.
-
Satu ketukan menggerakkan seluruh tiket
Bilah di kaki tiap kartu menggerakkan tiap baris yang tertinggal, satu anak tangga tiap kali, dan tidak pernah melompat — tiket yang satu hidangannya masih di wajan menulis "Tandai Siap" dan butuh ketukan kedua untuk selesai. Ketukannya mendarat di layar sebelum servernya menjawab, jadi mengosongkan meja penyajian bukan enam kali menunggu.
-
Dapur dapat akunnya sendiri
Undang seorang juru masak lewat surel dan ia masuk sebagai dirinya sendiri, di perangkatnya sendiri, dengan peran Juru masak. Tanpa sandi bersama yang ditempel di dinding, dan tanpa PIN yang diketahui semua orang.
Satu papan, dan tidak ada layar sendiri untuk tiap stasiun
Ini yang harus ditimbang sebelum apa pun yang lain di halaman ini. Platevio punya satu papan dan papan itu memegang tiap bon terbuka di ruangan. Tidak ada yang mengirim item panggangan ke layar panggangan, item penggorengan ke layarnya sendiri, dan minuman ke bar, dan tidak ada tampilan penyajian yang menyusun ulang sebuah tiket dari kepingannya. Tiap pesaing di kategori ini menjual persis itu, dan untuk dapur yang dibangun sebagai tiga antrean itu bukan penyempurnaan — itu justru alasan layarnya ada di sana. Yang cocok untuk Platevio adalah dapur yang satu meja penyajiannya membaca semuanya: sebuah meja pesan, sebuah truk, satu jalur masak, satu ruang makan kecil. Juru masak di sana bekerja menurun di satu papan seperti dulu bekerja menurun di satu rak, dan pengarahan yang di tempat lain harus dibayar adalah masalah yang tidak dimilikinya. Kalau dapur Anda memang jalan dengan antrean per stasiun, beli sistem yang dibangun mengelilinginya. Tidak ada tanggal kapan ini berubah.
Di mana ini berhenti jadi sebuah KDS
Kategori ini punya daftar fitur baku, dan Platevio hampir tidak punya satu pun. Inilah hal-hal yang biasanya dipakai menjual sebuah layar dapur dan tidak dilakukan yang ini. Tidak satu pun punya tanggal janji, jadi timbanglah apa adanya.
-
Tidak ada pengarahan per stasiun
Satu papan, memegang tiap bon terbuka. Tidak ada yang mengirim item panggangan ke layar panggangan dan minuman ke bar, dan tidak ada tampilan penyajian yang menyusun sebuah tiket dari beberapa stasiun.
-
Tidak ada bump bar
Papannya disentuh. Tidak ada papan tombol di samping layar, dan tidak ada dukungan untuk yang dijual sebagai perangkat keras KDS.
-
Tidak ada penghitung waktu tiket
Sebuah kartu menyebut berapa lama lalu bonnya dibuka. Ia tidak menghitung mundur ke waktu target, tidak berubah warna waktu sebuah tiket kelamaan, dan tidak ada jam pada hidangannya masing-masing.
-
Tidak ada hitungan seharian
Tidak ada yang menjumlahkan lintas tiket, jadi papannya tidak akan memberi tahu juru masak bahwa ada empat belas porsi hidangan yang sama yang belum keluar.
-
Tiket terbaru di atas
Papannya mengurutkan menurut kapan sebuah bon dibuka, yang terbaru di atas. Tidak ada mode terlama-dulu, padahal itulah urutan yang sebenarnya diinginkan kebanyakan dapur.
-
Tidak ada panggil ulang
Menyembunyikan bon yang selesai menurunkannya dari papan untuk seterusnya. Tidak ada tampilan tiket tertutup untuk menariknya kembali waktu tamunya balik ke meja penyajian.
-
Tidak ada tiket cetak, sebagai cadangan atau apa pun
Cetak termal masih dibangun. Hari ini tidak ada dukungan printer di mana pun di Platevio, jadi layarnya bukan jalan yang lebih cepat menuju kertas — ia menggantikan kertas.
-
Hanya pesanan yang dimasukkan staf
Semua yang ada di papan diketik orang yang bekerja di sana. Tidak ada halaman pemesanan untuk tamu, tidak ada kios, dan tidak ada sambungan ke pasar pesan antar, jadi tidak ada yang mendarat di papan ini dari luar ruangan.
Berapa biaya layar dapur biasanya
Di Indonesia layar dapur dijual sebagai tambahan pada kasirnya, dan ditagih per outlet atau per nota — bukan per layar seperti di pasar Amerika. Lalu layarnya sendiri, dan di situlah rentangnya melebar: tablet bekas pakai di satu ujung, unit komersial di ujung lain. Ini harga pasarannya di sebelah harga kami.
| KDS pada umumnya | Platevio | |
|---|---|---|
| Software KDS, per bulan | Rp49.000 – Rp99.000 per outlet, atau Rp200 per nota | Rp0 |
| Layar kedua | Ikut, sampai stasiun keduanya yang ditagih lagi | Rp0 |
| Layarnya sendiri | Rp1,5 juta – Rp8 juta | Tablet, HP, atau laptop yang sudah Anda punya |
| Bump bar | Tidak ada penyedia lokal yang menerbitkan harganya | Tidak ada — papannya disentuh |
| Kasir di bawahnya | Langganan, biasanya per outlet | Rp0 — tanpa tagihan per meja kasir |
Angkanya harga terbitan penyedia Indonesia yang dibaca September 2026: Nutapos menjual KDS Rp99.000/bulan per outlet atau Rp200 per nota pesanan dengan perangkat tanpa batas, Kasirnesia memasukkan satu layar KDS sejak paket Pro Rp49.000 per outlet dan menagih Rp29.000 per stasiun tambahan, dan majoo baru membawa kitchen display di paket Prime Rp999.000 per outlet. Perhatikan bedanya dengan pasar Amerika, dan perhatikan juga apa artinya untuk kami: di sini layar kedua memang sering sudah ikut, jadi yang tersisa sebagai selisih adalah biaya bulanannya sendiri dan perangkat kerasnya. Platevio tidak menagih apa pun untuk papannya, tidak mengambil persentase penjualan Anda, dan tidak menghitung per layar — buka di sebanyak apa pun perangkat yang Anda punya.
Cara memilih kitchen display system
Sebagian besar pertanyaan ini soal tagihannya, bukan layarnya, karena layarnya bagus didemokan di mana saja dan tagihannya tidak. Bawa daftarnya ke siapa pun yang Anda bandingkan, dan minta mereka menjawabnya untuk layar kedua, bukan layar pertama. Kitchen display system terbaik untuk sebuah restoran adalah yang benar-benar akan disentuh juru masak Anda di tengah layanan, dan yang paling murah dari semua itu untuk dipasang di layar berikutnya.
- Apakah layarnya sudah termasuk, atau ditagih per layar per bulan di atas kasirnya?
- Apakah layarnya bisa dijual lagi kalau Anda ganti kasir, atau itu perangkat keras milik penyedianya?
- Apakah papannya memperbarui diri waktu tidak ada yang menyentuhnya, dan apa yang dilakukannya terhadap bon yang terlewat selama jaringannya mati?
- Bisakah ia mengarahkan item ke stasiun terpisah, dan apakah dapur Anda memang bekerja begitu?
- Apa yang terjadi pada dapur kalau internetnya putus di tengah layanan?
- Bisakah juru masak yang baru mulai kerja pagi ini membaca tiket tersibuk di sana tanpa dibantu?
Pertanyaan soal layar dapur
- Apa itu kitchen display system (KDS)?
- Kitchen display system adalah layar di dapur yang menampilkan pesanan yang sudah dicatat lantainya, menggantikan tiket cetak. Ia memegang tiap bon, hidangan di dalamnya, perubahan yang diminta tamunya, dan tahap yang sudah dicapai tiap hidangan, jadi lantai dan dapur sepakat soal apa yang masih akan datang. Ia menampilkan apa yang ditangkap sebuah kasir, dan justru karena itu ia hampir selalu dijual sebagai tambahan pada satu kasir.
- Apakah Platevio punya kitchen display system?
- Ia punya papan, dan papan itulah yang akan diawasi sebuah dapur: tiap bon terbuka sebagai kartu tiket, tiap hidangan membawa tambahannya, catatannya, dan statusnya sendiri, dengan satu ketukan menggerakkan seluruh tiket. Yang tidak dipunyainya adalah sisa kategori ini — tidak ada pengarahan per stasiun, tidak ada bump bar, tidak ada penghitung waktu tiket, tidak ada hitungan seharian, dan tidak ada panggil ulang. Kalau itu yang Anda maksud dengan KDS, Platevio belum termasuk.
- Apakah layar dapur Platevio gratis?
- Gratis. Platevio gratis dipakai dan papannya bukan produk terpisah: tidak ada tagihan per layar, tidak ada lisensi per perangkat, tidak ada paket yang harus Anda ambil supaya bisa melihatnya, dan tidak ada masa coba yang habis. Buka di sebanyak apa pun tablet, HP, atau laptop yang dipunyai dapur Anda. Kami membangunnya bersama tempat-tempat yang memakainya, dan kalau nanti kami menagih, itu untuk perangkat lunaknya, bukan per layar.
- Adakah aplikasi kasir restoran yang sudah termasuk layar dapur?
- Platevio salah satunya. Papannya bukan produk kedua yang dihargai di samping kasirnya — ia pesanan yang sama, dibuka di layar mana pun yang dipunyai dapur, jadi tidak ada kasir dapur terpisah untuk dilisensi dan tidak ada yang ditagih per layar. Separuh lain dari jawaban itu adalah batasnya: karena papannya memang kasirnya, ia tidak bisa dipasang di depan kasir orang lain. Kalau Anda mempertahankan kasir yang sekarang dan sedang mencari layar untuk duduk di belakangnya, ini bukan barangnya.
- Perangkat apa yang saya butuhkan untuk layar dapur?
- Tablet, HP, atau laptop dengan browser terkini, sesuatu untuk menyandarkannya jauh dari cipratan, dan koneksi. Itu seluruh daftarnya. Tidak ada yang harus dibeli dari kami, tidak ada yang harus dipasangkan, dan tidak ada yang diinstal — papannya adalah halaman di browser yang sama tempat pesanannya dicatat.
- Apakah layar dapurnya memperbarui diri sendiri?
- Ya. Bon yang dikirim lantainya mendarat di papan tanpa ada yang menyentuh layarnya, begitu juga hidangan yang ditandai perangkat lain atau bon yang lunas lalu pergi. Tablet yang disandarkan di dekat penyajian mengikuti sendiri. Dua sisi yang jujur: ia butuh koneksinya, dan perangkat yang mati koneksi selama sebuah perubahan tidak mendengarnya dari mana-mana lagi — jadi waktu koneksinya kembali, Platevio membaca ulang papannya alih-alih memercayai yang sedang dipegangnya. Dan layar tempat seorang pramusaji sedang menyusun pesanan sengaja dibiarkan diam di bawah jarinya, dan itu urusan lantai, bukan dapur.
- Bisakah saya mengirim item ke stasiun dapur yang berbeda?
- Tidak. Ada satu papan dan ia memegang tiap bon terbuka, jadi layar panggangan, layar penggorengan, dan layar bar yang masing-masing hanya menampilkan itemnya sendiri bukan sesuatu yang bisa dilakukan Platevio. Dapur yang memang jalan dengan antrean per stasiun sebaiknya membeli sistem yang dibangun mengelilinginya.
- Apakah saya masih butuh printer dapur?
- Kalau dapur Anda butuh kertas, Platevio tidak bisa memberikannya hari ini — cetak termal masih dibangun dan belum ada dukungan printer di produknya. Papannya menggantikan rak tiket, bukan mendampinginya. Dapur yang mau keduanya sebaiknya menunggu cetaknya mendarat atau memilih yang lain sekarang.
- Berapa biaya kitchen display system?
- Di tempat lain, sekitar Rp49.000 – Rp99.000 per outlet per bulan untuk perangkat lunaknya — atau Rp200 tiap nota pesanan — ditambah Rp1,5 juta sampai Rp8 juta untuk tiap layarnya, semuanya di atas langganan kasir di bawahnya, dan stasiun kedua menambah Rp29.000 sebulan lagi. Platevio tidak menagih apa pun untuk papannya dan tidak menagih per layar, dan ia jalan di perangkat yang sudah Anda punya.
Buka malam ini juga
Butuh semenit: tempat Anda, menu pertama Anda, dan pesanan sudah bisa masuk.